Gua sadar satu hal: manusia itu bukan cuma butuh makan, tapi juga butuh istilah baru buat membenarkan kebiasaan buruknya.
Dari situlah gua menemukan tiga kondisi hidup modern: Nanasien. Hahayamen. Pilauken.
Bukan penyakit medis. Belum masuk jurnal WHO. Tapi nyata di perut dan dompet rakyat.
Nanasien
Nanasien adalah kondisi ketika seseorang kebanyakan makan nasi.
Gejalanya:
- Baru makan, tapi masih pengen rebahan.
- Kepala berat, pikiran kosong.
- Merasa produktif padahal cuma nambah piring.
Orang tua dulu bilang: “Kalau kebanyakan nasi, jadi males.”
Sekarang gua kasih nama ilmiah: nanasien akut.
Biasanya menyerang:
- Abis makan warteg
- Abis nambah nasi karena “tanggung”
- Abis bilang, “nasi doang mah belum makan”
Hahayamen
Hahayamen terjadi ketika seseorang kebanyakan makan hayam (ayam).
Efeknya bukan fisik, tapi psikologis.
Ada rasa:
- Menang
- Berhasil
- Hidup mulai membaik
Padahal cuma dapet paha ayam.
Hahayamen sering bikin orang lupa diri. Besoknya tetep makan tempe, tapi kenangan ayamnya masih dibahas.
Pilauken
Pilauken adalah kondisi kebanyakan lauk, khususnya ikan.
Biasanya muncul pas:
- Lagi ada tamu
- Lagi dapet rezeki dadakan
- Lagi pengen sok mapan
Orang pilauken cenderung ngomong: “Gapapa mahal dikit, yang penting sehat.”
Padahal abis itu, ngitung saldo sambil bengong.
Teori Konspirasi Receh
Gua punya teori: tiga kondisi ini sengaja dibiarin ada.
Kenapa? Karena kalau hidup terlalu sadar, manusia gampang stres.
Nanasien bikin kita berhenti mikir. Hahayamen bikin kita ngerasa menang. Pilauken bikin kita merasa layak bahagia.
Ini bukan kebetulan. Ini mekanisme bertahan hidup.
Bahasa Sebagai Pelarian
Mungkin absurd. Mungkin sotoy. Tapi bikin istilah itu cara gua bertahan.
Daripada bilang: “Gua capek hidup.”
Mending bilang: “Kayaknya gua lagi nanasien.”
Rasanya lebih ringan. Lebih bisa ditertawakan.
Epilog
Hidup kadang terlalu berat buat dijelasin serius. Makanya kita butuh bahasa sendiri. Istilah sendiri. Jokes sendiri.
Karena di dunia yang sering nggak masuk akal, absurd itu bukan pelarian.
Absurd itu cara bertahan.